Home / Devotions / Inilah Tugas Kita di tengah-tengah Dunia ini

Inilah Tugas Kita di tengah-tengah Dunia ini

Garam dan Terang DuniaHai, di hari ini, ketika saya baca bahan saat teduh saya, Firman Tuhan berbicara dengan kuat bahwa tugas kita itu apa si, di tengah-tengah dunia ini.

Apa tugas kita sebenarnya ya? Apakah duduk diam saja dan tidak berbuat apa apa ?

Kita simak di Matius 5 : 13 – 16

5:13 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Ternyata kita punya tugas lho. Yaitu kita menjadi garam dan terang dunia alias menjadi dampak positif dan memberi rasaatau warna di dunia ini. Nah dampak seperti apa ya ? Tentunya yang positif ya, berarti bisa membawa pengaruh (tidak harus besar) positif untuk lingkungan kita sekiatar. Contoh simple yang saya lakukan setelah bertobat adalah membuang sampah di tempat sembarangan. Dulu saya nakal, sampah yang buang sembarangan. Sekarang, saya mengerti dengan membuang sampah baik sekecil apapun itu, ternyata membawa dampak positif juga ya. Baik lingkungan jadi bersih dan yang kedua membantu tukang sampah dalam memperingan tugasnya.

Dampak positif bukan? Apalagi kalau ada orang yang “ikut-ikutan” membuang sampah pada tempatnya, jadi teladan bukan kita ? Dampak positif lagi. Sederhana ya.

Lain halnya seperti di kampus, kita bisa jadi dampak positif juga, seperti datang ke kuliah tepat waktu. Hal ini bisa jadi contoh / teladan buat yang lain. Biar banyak orang tahu, bahwa kita menjadi orang yang benar-benar memiliki dedikasi positif, baik untuk diri sendiri ataupun untuk orang lain.

Dampak positif berbicara tentang tingkah laku, perilaku sikap yang kita lakukan yang dapat membawa pengaruh positif.

Okay, mungkin di antara kita ada yang pernah berpikiran, saya tidak mau mengurusi orang lain, cuek dengan orang lain. Cuek ah, kalau orang lain buang sampah sembarangan, cuek ah dengan pemerintahan negara kita. Cuek ah dengan urusan masalah politik negara kita. Cuek di sini berbicara kita tidak mau ambil pusing, mau jungkir balik sekalipun, kita tidak peduli.

Saya mendorong, kalau bisa, kita buang jauh-jauh pikiran cuek, masa bodo, tidak mau peduli dengan apa yang terjadi di sekitar kita. Kita bayangkan sebentar ya, kalau kita hanya peduli dengan kehidupan kita, dan hidup kita makmur tinggal di istana megah, tetapi di luar sana, ada banyak kekacauan. Di luar pintu istana kita, banyak sampah di mana-mana. Apakah kita selama-lamanya hanya tinggal di dalam istana itu ?

Saya rasa, sungguh tak enak dalam kita enak, tetapi ketika kita keluar, kita menghadapi masalah yang begitu pelik, benar-benar kotor. Tidak mau bukan? Hal yang paling indah adalah kita tinggal dalam istana dan ketika kita keluar, kita mendapati lingkungan yang luar biasa juga.

Hal yang sama pula, kita tinggal di negara Indonesia. Saya tinggal di kota Semarang, apakah saya tidak peduli dengan kepemimpinan RI ? Sungguh terlalu, jika saya tidak peduli. Ya bayangkan saja, kalau ada kekerasan, kekacauan, apakah saya tidak kena imbas atau dampak ? Jadi bagian kita adalah kita membawa dampak. Terus bagaimana cara membawa dampaknya ?

Hal yang sederhana adalah kita dapat berdoa bukan? Ya, semenjak saya mengerti kebenaran ini, saya berdoa dan mendukung, seperti menggunakan hak pilih saya. Bisa? Saya rasa hal ini tak sulit ya. ^^

Selamat menjadi garam dan terang dunia ya kawan :)

About Ronny Setiawan

Saya adalah seorang Pebisnis Online, Penulis dan Training Leader di BelajarBisnisInternet.com. Visi saya adalah membangun dan memberikan pengaruh positif bagi generasi anak muda melalui komunitas dengan mempraktekan nilai-nilai kebenaran.
Close