Home / Devotions / Apakah Anda Seorang Pemberani ?

Apakah Anda Seorang Pemberani ?

Keberanian dari Roh Kudus

Di Kisah Para Rasul 4 : 1 – 22, diceritakan Petrus dan Yohanes, ditangkap dan diadili, alias ditanya-tanyain, dengan kuasa mana, mereka berbicara di depan orang banyak. Ada dua respon yang saya analisa, yang pertama jika kita ditangkap oleh pihak tertentu seperti kepolisian, respon pertama kita takut gugup atau justru respon kedua yang sebaliknya yaitu berani.

Berani di sini karena kita benar. Yes, semua dari antara kita, kalau kita benar, berani bukan ? Roh Kudus memberikan roh yang berani, bukan roh ketakutan. Yuk simak Firman Tuhan di bawah ini

4:1 Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki.
4:2 Orang-orang itu sangat marah karena mereka mengajar orang banyak dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati.
4:3 Mereka ditangkap dan diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam.
4:4 Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki.
4:5 Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem
4:6 dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar.
4:7 Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: “Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?”
4:8 Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: “Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua,
4:9 jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan,
4:10 maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati — bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu.
4:11 Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan — yaitu kamu sendiri –, namun ia telah menjadi batu penjuru.
4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”
4:13 Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.
4:14 Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya.
4:15 Dan setelah mereka menyuruh rasul-rasul itu meninggalkan ruang sidang, berundinglah mereka,
4:16 dan berkata: “Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini? Sebab telah nyata kepada semua penduduk Yerusalem, bahwa mereka telah mengadakan suatu mujizat yang menyolok dan kita tidak dapat menyangkalnya.
4:17 Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapa pun dalam nama itu.”
4:18 Dan setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus.
4:19 Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: “Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.
4:20 Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar.”
4:21 Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi.
4:22 Sebab orang yang disembuhkan oleh mujizat itu sudah lebih dari empat puluh tahun umurnya.

Memang tak dipungkiri kita tinggal di dunia yang begitu banyak pertentangan. Seperti halnya Gubernur Jakarta, Jokowi dan Ahok. Ataupun presiden kita SBY, saya pun mengakui, jika kita sebagai pemimpin, apakah mudah untuk memimpin negara tercinta kita ?

Saya jawab sangat sulit. SBY saja, mau ambil keputusan A, disalahkan oleh rakyat. Ambil keputusan B, disalahkan. Serba susah bukan ? Kita sebagai rakyat sering kali menyalahkan orang lain, dasar tidak bisa memimpin. Padahal kalau kita yang memimpin apakah bisa ? Belum tentu bukan ?

Kita terlalu sering mencela orang lain, menghakimi orang lain dengan pemikiran dan pendapat negatif. Seperti pemain sepak bola, saat Rooney menendang penalty ke gawang lawan, dan ternyata gagal. Pasti banyak orang mencela, dasar, bodoh. Ya, bagian kita tidak boleh menghakimi negatif selalu ya.

Sebagai pemimpin, yang ingin bertindak bersih di tengah-tengah lingkungan yang tidak bersih, apakah mudah ? Saya pun menjawab sulit ya. Tetapi butuh komitmen dan ketegasan dan KEBERANIAN untuk berkata tidak pada hal hal bersifat TIDAK BENAR.

Roh Kudus yang memberikan KEBERANIAN pada kita untuk melakukan segala perkara. Dulu saya orangnya juga takut, menyebrang saja takut, tidak berani, waktu itu sudah menginjak Sekolah Dasar. Mau melakukan hal yang baru, saya pun takut. Tetapi berbeda sekarang, keberanian itu ada.

Janganlah kita takut dan gentar akan hidup kita, keep going on bersama Tuhan Yesus ya…

God Bless you all…

About Ronny Setiawan

Saya adalah seorang Pebisnis Online, Penulis dan Training Leader di BelajarBisnisInternet.com. Visi saya adalah membangun dan memberikan pengaruh positif bagi generasi anak muda melalui komunitas dengan mempraktekan nilai-nilai kebenaran.
Close